Wednesday, July 18, 2012

BIRRUL WALIDAIN

Bunyi sms berdering, ku ambil lalu ku buka (sambil menekan tombol tampil), dan mulai aku membacanya:
Disaat ibu mu tidur terlelap,
coba pandangi dia dalam-dalam.
dan bayangkan matanya yang tertutup,
seolah-olah akan tertutup untuk selamanya.
tangan tak mampu untuk menghapus air matamu
Dan tak ada lagi nasehat-nasehat yang selama ini sering kamu abaikan.
Bayangkan apabila ibumu sudah tiada.
Dan apakah kamu sudah mampu membahagiakannnya?
Yang kesekian kalinya, dia membahagiakanmu,
Memenuhi kehendakmu sejak dari lahir hingga kamu dewasa
Apakah kamu terpikir betapa besarnya pengorbanan seorang ibu?


Air mata menetes, pikiran mulai membayangimu. tanda tanya seakan bermunculan mengelilingi kepala. apakah diri ini sudah membahagiakan ibu? Apakah kamu sudah ber-Birru Walidain? dan Apa susahnya sih birru walidain?
Birrul walidain... apa itu? Anda mendengar firman Allah swt QS.An-Nisa' : 36
"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri".

Ya.. berbuat baik kepada orang tua adalah salah satu amalan dari birrul waliadain. Ibu mengandung kita selama 9 bulan dan melahirkan, ayah kita mencari nafkah demi membiayai kehidupan kita, membeli susu ketika kita bayi, biaya sekolah muangkin malah sampai pada jenjang sarjana. Mereka berdua merawat kita dengan senyum, tawa. mereka bersusah payah  penuh dengan pengorbanan, pikiran, keringat mengalir demi mendidikmu menjadi anak yang sholeh, ingin membuat kau bahagia..
Lalu sekarang apa balasanmu?? Kadang untuk senyum saja kita susah, bibir ini terasa berat, kadangpun tak ikhlas.. hemmmm lalu bagaimana dengan nasihat-nasihat, perintah-perintah beliau?? Terkadang kita sering mengabaikannya, orang tua kita menyuruh kita untuk membeli sesuatu tapi, apa jawaban kita?? " Ah.. bentar bu , saya lagi sibuk".. hemm seperti itukah balasan kita?
Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita karena perlakuan, kata-kata kita yang kurang baik kepada orang tua kita. Aamiin.... Padahal Allah SWT malarang kita ubtuk tidak berkata ah, cis kepada kedua orang tua kita dalam firman-Nya:
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamujangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamuberbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.Jika salah seorang di antara keduanya ataukedua-duanya sampai berumur lanjut dalampemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamumengatakan kepada keduanya perkataan "ah" danjanganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepadamereka perkataan yang mulia." (QS.Al-Isra' : 23)

Kisah
        Tentu kalian tau kisah yang satu ini, saya akan menceritakannya sedikit, karena hanya sebagai flas back. Dia adalah Al-Qomah, Al-Qomah adalah seorang pemuda yang sholeh. Pada suatu hari Al-Qomah ingin memberikan sebuah hadiah untuk ibu dan istrinya. A-Qomah pun datang kerumah sang ibu dengan membawa hadiah itu, sang ibu pun sangat senang dengan pemberian Al-Qomah. Tapi, tiba-tiba Al-Qomah berkata kepada ibunya bahwa hadiah itu tertukar dengan punya sang istri. Al-Qomah pon memintannya kembali. Sang ibu pun tercengang dan merasa sedih, kare sang ibu sudah terlanjur cinta kepada hadiah itu, sang ibu pun sakit hati.
       Pada suatu saat Al-Qomah sakit, dan sakitnya pun bertambah parah. Al-Qomah susah dalam menghadapi sakaratul maut. Akhirnya sang paman menemui Rasulullah SAW, lalu Rasulullah memerintahkan untuk membakar Al-Qomah karena sang ibu tak mau memaafkan anaknya. Tetapi ketika sang ibu mendengar bahwa anaknya akan dibakar, sang ibu tidak tega. Akhirnya sang ibu memaafkan Al-Qomah, dan akhirnya Al-Qomah meninggal dengan tenang.
           Kisah yang kedua adalah kisah jurait yang dia adalah seorang ahli ibadah, suatu ketika jurait sedang melaksanakan sholat sunnah, lalu san ibu memangginya. tetapi jurait menghiraukannya, sang ibu pun marah dan mendo'akan akan datangnya fitnah wanita. Dan Allah pun mengabulkan do'a sang ibu, jurait mengalami fitnah wanita.
          Semoga kisah diatas dapat dijadikan sebagai pelajaran bagai kita untuk lebih menghormati orang tua kita terutama seorang ibu. Dan menghindari kata-kata kasar. Bahkan kedudukan panggilah seorang ibu pun mengalahkan kedudukan sholat sunnah.

Semoga bermanfaat ^_^

No comments:

Post a Comment